Saat kita merasakan nikmatnya cinta, indah waktu yang kita lakukan, apakah kau tahu yang kita lakukan itu apa? Aku selalu berfikir kita selalu ada dan kita selalu bersama. Tetapi adanya ketidak pastian dan ketidak cocokan antara kita berdua itu yang membuat aku semakin tahu. Aku harus bisa melepaskanmu dan mencoba Ikhlas. Walaupun sayang mu hanya untuk Dia tetapi rasa itu yang aku rasain untuk kamu.
Apa yang kamu rasain ke dia itu yang aku rasakan ke kamu, menerima kenyataan yang sangat Besar itu memang Sulit. Tapi Allah akan tetap memberikan cobaan kepada umatnya dan sesuai takar. Kita sebagai umatnya juga harus bisa menerima itu semua. Bisa merasakan indahnya kasih sayangmu membuat aku selalu ingat akan engkau. Tapi Menantimu dengan waktu yang tidak sebentar itu sulit bagiku. Aku ingin kamu bahagia walau bukan denganku.
Gelap dan Terang saat kita bersama, itu semakin membuatku harus bersikap lebih Ikhlas untuk melepas kamu. Setiap langkah yang kamu lewatkan, setiap hela nafasmu, setiap kata-katamu, meyakinkan ku bahwa kita memang sudah tidak bersama lagi. Aku sampai tidak percaya, ini kah sudut gelap dari sebuah Mimpi? Tapi dalam hati kecilku selalu membisikkan. Bahwa berhenti berharap harus aku lakukan, sebelum jatuh saat aku sudah ingin Terbang. Ada senang selalu ada sedih. Memang kamu belum tahu rasanya harus ikhlas, tetapi ini yang aku rasakan kepadamu. IKHLAS IKHLAS IKHLAS.
Berat melakukannya, berat melepaskannya, kamu itu yang pertama dan terakhir untuk di kenang. Kamu yang mengajarkan aku bahagia kamu yang mengajarkan aku derita, Kamu yang berikan aku Bahagia dan kamu yang berikan aku Derita. Namun derita bukan sembarang Derita. Ini lah Derita kita. Masa Indah saat kita bersama. Dengan ada nya keyakinan kamu itu yang selalu menjadikan pedoman untukku agar bisa IKHLAS melepaskan mu.



